Bulan
Juli identik dengan tahun ajaran baru dimana sekolah-sekolah dan perguruan
tinggi baik negeri maupun swasta sibuk dengan agenda penerimaan siswa/mahasiswa
baru dengan kriterianya masing-masing. Tahun ajaran baru identik pula dengan
kurikulum dan pelajaran baru. Hampir semua
toko seragam dan toko buku akan segera diserbu oleh orang tua siswa dan siswa.
Bagi mahasiswa lama yang memasuki semester baru tentu akan berkutat dengan
pencarian buku mata kuliah yang akan diambilnya. Sebagai mahasiswa yang hidup
merantau, ngekos dan mulai merasa malu bila terlalu banyak minta uang kepada
orang tua, budget untuk membeli buku perlu dipertimbangkan secara detail.
Menjadi
mahasiswa perantauan di Jatinangor, Sumedang selama 4 tahun, sebisa mungkin saya
menyiasati masalah buku baru dengan cara-cara hemat, salah satunya adalah
dengan meminjam kepada senior ( ini merupakan cara yang amat irit karena gratis
) tentunya dengan perjanjian bahwa saya harus merawat buku tersebut dengan rapi
dan menjaganya dengan baik-baik. Tetapi kadang saya juga berpikir, mau jadi apa saya
kalau semua buku hasil minjem ke senior dan temen? Masa iya selama
bertahun-tahun kuliah saya tidak punya buku satu pun?
Jurus
hemat pun saya keluarkan, selain meminjam beberapa buku kepada senior maka
tugas saya disetiap semester baru adalah berburu buku murah di Kota Bandung. Sebenarnya
di Jatinangor juga banyak toko-toko yang menjual buku murah, namun menurut saya
koleksinya kurang lengkap, sehingga sebagian besar mahasiswa penghuni
Jatinangor memilih mencari buku murah di Kota Bandung. Waktu awal-awal kuliah, saya
sempat kebingungan mencari toko yang menjual buku dengan harga miring di Kota
yang biaya hidupnya tergolong mahal. Di kota asal saya yaitu Jogja banyak
sekali kios buku murah seperti kios
terban, social agency dan masih banyak lagi. Kios-kios ini biasanya menjual
buku bekas namun masih terbungkus dengan rapi dan diberi sampul baru, sehingga
nampak seperti baru. Usut punya usut,
setelah saya bertanya dengan beberapa teman dan senior ternyata Bandung juga
punya jajaran kios yang menjual buku murah, namanya Palasari (mungkin karena
kios-kios ini berada di sepanjang jalan palasari). Di sini buku apapun yang
sedang Anda cari dijamin pasti didapatkan karena memang koleksi buku-buku yang
ada di Palasari ini sangat lengkap mulai dari buku sekolah, berbagai bidang
keilmuan, novel, kumpulan cerpen, sastra, dsb.
Buku-buku
di Palasari rata-rata didiskon karena memang sengaja untuk menarik minat para
pengunjung dan pembeli. Kalau kita pandai dalam beradu harga bukan suatu yang
mustahil jika harga yang akan didapatkan dari sebuah buku jauh dibawah harga
normal.
Palasari
Bandung, selain menjual buku-buku juga ada jasa penyampulan buku dengan harga
yang sangat terjangkau. Kisaran harganya antara Rp 2000 - Rp 3000 saja. Namun
biasanya setiap membeli buku-buku di Palasari sudah langsung mendapatkan
penyampulan gratis. Kalau sudah demikian, tak ada alasan bagi saya dan
mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk tidak mengunjungi Palasari untuk mendapatkan
buku-buku murah namun tetap berkualitas.
Namun
seiring dengan kemajuan transaksi jual beli melalui online, maka menemukan buku
yang sesuai kebutuhan dengan harga yang murah bukanlah hal yang sulit.
Dimanapun kita berada dan kapan saja, kita bisa membelinya. Situs-situs
e-commerce yang menjual buku tentu berlomba-lomba untuk meningkatkan jumlah
transaksi mereka, sehingga memungkinkan jika mereka memberikan penawaran dengan
harga yang lebih murah, diskon besar bahkan free ongkir. Tetapi, kita tetap
perlu hati-hati dalam memilih toko buku jual beli online ya. Pilihlah toko buku
online murah dan aman.











