JAKARTA - Pendaftaran online Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 sudah dibuka sejak 12 Mei lalu. Namun, bagaimana dengan calon mahasiswa yang kesulitan akses internet di daerahnya?
Jangan khawatir. Dalam sosialisasi SBMPTN di Institut Teknologi Bandung (ITB), Sekretaris Eksklusif 1 SBMPTN Asep Gana Suganda mengungkap, pendaftaran SBMPTN 2014 secara online bisa dilakukan di PT Telkom maupun PT. Pos terdekat di sekitar tempat tinggal calon mahasiswa.
"Untuk proses pendaftaran masih sama dilakukan secara online di laman website SBMPTN resmi yang telah dibuka sejak 12 Mei 2014 pukul 08.00 WIB dan berakhir pada Jumat, 6 Juni 2014 pukul 22.00 WIB. Pendaftaran online ini dapat juga dilakukan di Plasa Telkom dan PT. Pos seluruh Indonesia," ujar Asep, seperti dinukil dari laman ITB, Sabtu (17/5/2014).
Asep menyebut, dalam SBMPTN 2014, calon mahasiswa diperkenankan untuk memilih maksimal tiga program studi (prodi). Namun, dalam satu PTN, mereka hanya dapat memilih maksimal dua prodi.
"Jika memilih satu program studi saja maka dapat memilih PTN manapun di Indonesia. Namun jika memilih dua atau tiga program studi, maka salah satu PTN tersebut harus berada di wilayah tempat ujian dilaksanakan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, wilayah I SBMPTN dimulai dari PTN yang berada di Sumatera, Kalimantan Barat, Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sedangkan Wilayah II dimulai dari PTN yang berada di Jawa Tengah hingga D.I. Yogyakarta.
"Wilayah III terdiri dari PTN yang berada di Kalimantan (kecuali Kalimantan Barat), Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB. Wilayah IV terdiri dari PTN yang berada di Sulawesi, Maluku, dan Papua," kata Asep.
Pada tahun ini, lanjutnya, Panlok Bandung menyediakan 14.800 kursi untuk kelompok Saintek, 15.800 untuk kelompok Soshum, dan 7.600 untuk kelompok Campuran. Total ketiga kelompok ujian tersebut sebanyak 38.200 kursi untuk SBMPTN yang tersebar di 75 titik dan 15 sektor.
Berdasarkan data pada 13 Mei 2014, pendaftar SBMPTN di Panlok Bandung baru sekira 300 peserta. "Kalau pesertanya mencapai 40 ribu, kami pun siap. Kalau peserta kurang, kami juga sudah berpengalaman," tuturnya. (rfa)









